Tindak perundungan atau pembullyan sudah seharusnya dicegah dan dihapuskan. Apalagi perundungan di usia dini, pada masa sekolah sd-smp. Baik itu bullying oleh teman, maupun keluarga yang toxic. Begitu juga dengan cyber bullying. Karena semuanya dapat membuat mental seseorang menjadi down.
Akibat dari bullying, apapun jenisnya dapat merusak masa depan si korban. Kebanyakan anak korban bullying menjadi tertekan. Merasa takut, menjadi minder, takut berbuat salah, takut mengambil keputusan, mudah panik, takut dengan orang di keramaian, dan tidak mudah percaya dengan orang lain. Intinya di masa depan, kebanyakan mengalami banyak tekanan batin akibat pengalaman traumatis di masa lalu tersebut.
Membuat mereka menjadi serasa terasing. Membuat mental down, dan membuat dirinya membenci kehidupan bermasyarakat. Dan dari sinilah nak nolep tercipta.
Dari ketidakpercayaan diri, dan dari kecurigaan terhadap manusia lain. Dimana dunia luar dipenuhi dengan hal yang berbahaya. Mereka memutuskan diri untuk tidak menjalin pertemanan, lebih mengutamakan hidup sendiri. Menutup diri dari dunia luar.
Apalagi bagi orang-orang yang hidup dikeluarga toxic. Banyak mendapat tekanan dari keluarga sendiri. Seperti sering dihina dan dimarahi oleh ortu sendiri, disebar aibnya oleh ortu sendiri, dan sebagainya. Rumah yang biasanya menjadi tempat ternyaman dan teraman. Malah menjadi neraka bagi orang-orang yang tinggal dikeluarga toxic ini.
Akibatnya sudah jelas, dari banyaknya kebencian dan amarah, cekcok dalam rumah tangga. Si anak memiliki dua kemungkinan. Satu menjadi nakal, dan sering membuat keributan di dunia luar. Dilain sisi menjadi bersedih dan menutup dari dunia luar. Disinilah nak nolep juga terbentuk.
Jadi kira-kira seperti itulah skenario munculnya nak nolep. Kebanyakan juga berasal dari korban bullying dan keluarga yang berantakan / broken home..